Senin, 11 Mei 2020

Review Hujan Punya Cerita tentang Kita karya Yoana Dianika

Review Novel Hujan Punya Cerita tentang Kita karya Yoana Dianika, "Benarkah cinta itu egois?"




Judul : Hujan Punya Cerita tentang Kita
Penulis : Yoana Dianika (@cerberus404)
Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta
Tahun terbit : Januari 2020 (kover baru)
Tebal : vi+298 halaman
ISBN : 978-602-220-349-0
Harga : Rp82.500 (Pulau Jawa)
Blurb:

Jatuh cinta kepadamu begitu menyenangkan,
seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam yang hujan. 
Seperti menemukan keping terakhir puzzle yang sedang kau susun.
Cinta ini sudah berada tepat di tempat yang seharusnya, 
di ruang hatimu dan hatiku.

Namun, mengapa resah justru yang merajai kita?
Padahal, katanya cinta sanggup menjaga.
Aku ingin kau tahu, diam-diam,
aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam  beribu-ribu rintik hujan:
aku ingin hari depanku selalu bersamamu.

Aku mencintaimu. Selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu

Sekilas tentang Novel "Hujan Punya Cerita tentang Kita"

"Dalam menyukai seseorang, ada pihak yang merasa bahagia, tetapi tak sedikit juga ada pihak yang merasa terluka." Hal. 34

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN memang seringnya memberikan kesan yang sulit dilupakan. Pengalaman tentang bagaimana terjun langsung ke masyarakat, beradaptasi dengan lokasi yang kadang kurang memadai, dan tentu saja cinta lokasi yang acap kali terjadi. Kinanthi Olivia pun begitu. Cewek introvert yang sulit untuk berbaur dengan orang-orang baru dan khawatir dengan kegiatan KKN ini, perlahan bisa menyesuaikan diri. Itu semua berkat Ranggadipta, cowok jurusan Sastra Indonesia yang baru dikenalnya saat pembekalan KKN. Sikap Rangga yang supel membuat Kei merasa nyaman di dekatnya. Rangga selalu ada untuk Kei, termasuk ketika astrafobia Kei kambuh.

Keduanya semakin dekat, momen-momen yang ada selalu digunakan Rangga untuk memasuki dunia Kei. Uniknya, Rangga dan Kei punya sisi yang bertolak belakang. Kei membenci hujan karena tak jarang hujan datang disertai petir, dan itu membuat Kei takut. Sementara Rangga adalah seorang pluviophile, penggila hujan.

Meski keduanya menyimpan rasa yang sama, tak serta merta membuat Rangga dan Kei bisa dengan mudah bersama. Ada Krisanti, sahabat Rangga yang ternyata diam-diam menaruh cinta padanya. Pun dengan Azar, cowok yang juga tertarik dengan kepribadian Kei. Seolah belum lengkap, semesta turut memaksa keduanya untuk berpisah. Benarkah jika Rangga hanya orang yang numpang lewat di hidup Kei?

Ulasan

Aku begadang sampai jam setengah tiga demi menyelesaikan novel ini. Beberapa hal yang terasa mengganjal di novel ini membuatku sulit memejamkan mata.

So, apa sih yang membuatku terganggu sekaligus penasaran sama novel ini? Pertama, ada banyak hal yang dijelaskan secara detail di sini. Awalnya masih bisa aku nikmati, tetapi lama kelamaan membuatku bosan. Alurnya jadi terkesan bertele-tele. Aku baru bisa menikmati novel ini setelah memasuki konflik. Kedua, ada beberapa hal yang kurang sinkron, hal-hal kecil memang, tapi mengganggu. Misalnya di halaman 65, di sana dijelaskan bahwa KKN berakhir pada pertengahan Februari, tetapi di halaman 160 setting waktu masih ada di Bulan Januari. Padahal saat itu kegiatan KKN sudah selesai. Sebenarnya masih cukup banyak kekurangtelitian di sini, tapi aku nggak mungkin menjabarkannya satu-satu, kan?

Eitsss, kekurangan di atas bukan berarti membuat cerita ini nggak menarik ya. Bahasanya dibuat puitis dengan diksi-diksi pilihan, ini mendukung sosok Rangga yang memang jago membuat puisi. Aku kasih jempol untuk puisi-puisinya. Skill fotografi Rangga membuatku rindu untuk menjepret keadaan di sekitar secara random. Setting tempat sebagian besar berada di Bojonegoro, Yogyakarta dan Surabaya. Masing-masing dijelaskan dengan baik. Kabar baiknya, bagi kamu yang menyukai kejutan dalam cerita, novel ini menawarkan kejutan tersebut. Penasaran buat baca?

Secara keseluruhan, aku cukup suka dengan novel ini. Aku kagum sama kepiawaian penulis dalam menciptakan karakter-karakternya, terutama Azar. Pesan yang bisa kutangkap dari novel ini adalah bahwa mengikhlaskan dia dengan orang lain juga bagian dari bentuk rasa cinta.

Gimana? Tertarik buat baca? Selamat menikmati kisah mereka....

Senin, 03 Februari 2020

Review Novel 'Cinta Kita yang Rasa' by Ariana Octavia




Judul : Cinta Kita yang Rasa
Penulis : Ariana Oktavia
Penerbit : Gagas Media
Tahun terbit : 2019
Tebal : vi + 230 halaman
ISBN : 978-979-780-947-8


"Susah tuh, cewek dan cowok yang sahabatan tanpa ada rasa."

"Pacaran sama teman? Kayak nggak ada cewek atau cowok lain aja!"

Sebagian di antara kita mungkin pernah berada di situasi yang sama, mencintai seseorang tana keberanian untuk menyatakan. Rasanya, lebih bisa bertahan dengan sesuatu yang mengganjal perasaan ketimbang kehilangan rasa nyaman.

Begitu juga Adit dan Yara, mereka hanya berani mencintai sebatas dalam diam. Persahabatannya tak boleh dirusak oleh percintaan, katanya.


Namun, pada akhirnya kita harus memilih, selamanya hati akan terbenam pertanyaan atau berani bertaruh untuk mengungkapkan. Untuk menjangkau hatinya, ada keberanian yang selayaknya kita coba karena cinta, kita yang rasa.

ULASAN

Whoahhhh akhirnya aku nulis di blog lagi setelah setahun vakum. Hai kalian, apa kabar?
Nah, untuk membuka tahun 2020 ini, aku mau mengulas salah satu novel dari Gagas Media nih. Setelah membaca blurb di atas, bau-baunya novel ini tentang friendzone ya, setuju nggak?

Yap! Jadi ini kisah antara Adit dan Yara yang sudah sahabatan sejak SMA. Dimana ada Yara disitu ada Adit. Dari perlakuannya, kelihatan banget kalau Adit ini sayang banget sama Yara. Dia selalu ada di saat Yara butuh. Bahkan nih, Adit rela lho nungguin Yara ngedate sama Rian. Wahh, Adit bucin banget ya. Haha.


"Kalau salah satu pihak selalu memaksakan kehendak, apa masih pantas disebut hubungan." Hal. 39

Sementara Yara, dia tipe cewek yang mudah jatuh cinta, termasuk dengan Rian. Dia begitu yakin menerima cinta laki-laki itu, padahal mereka baru kenal enam bulan. Aku agak kurang suka sih sama sifat Yara yang kesannya kayak labil gitu. Kalau dia udah sama Rian ya udah, jangan berharap lebih ke yang lain. Tetapi di sisi lain kasian juga sih, Yara nggak bisa jadi diri sendiri di depan pacarnya.


Aku menyelesaikan novel ini dalam sekali duduk. Konfliknya cukup ringan dan bahasa yang digunakan mengalir begitu saja. Sudut pandang yang digunakan bergantian antara Adit dan Yara, dengan begitu aku bisa merasakan kegalauan Adit di sini. Sayangnya chemistry keduanya kurang kuat, mungkin kalau interaksi keduanya lebih diperdalam pembaca bisa makin bawa perasaan.

Selain Adit dan Yara, ada juga Adriana dan pastinya Rian dong. Kalau kata Adit, Rian mirip oppa-oppa Korea. Hmm bisa membayangkan wajah Rian kan? Rian juga orang yang penuh kejutan, berkali-kali Yara dapat surprise dari pacarnya. Romantis banget kan? Aku juga suka perkembangan karakter Rian, dan ini yang membuat Yara semakin galau.
Kira-kira kalau kamu disuruh milih antara Adit dan Rian, mau pilih yang mana?

"Kalau aku memilih menutup mata dengan kenyataan ini dan menerima kamu, itu sama saja menyiksa hati aku sendiri. Dan juga hati kamu, Dit. Karena kita gak bisa mengatur pada siapa kita akan jatuh cinta." Hal. 140

Dari novel ini salah satu pesan moral yang aku simpulkan yaitu kita nggak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, nggak ada salahnya mengungkapkan perasaan, pada sahabat sekalipun. Risiko ditolak pasti ada, tapi bukankah itu lebih baik ketimbang kamu tersiksa dengan perasaan yang terus-menerus kamu pendam? Tetapi itu semua balik lagi kepada dirimu, mana yang ingin kamu tempuh untuk memperjuangkan rasamu.

Last, terimakasih untuk Kak Rizky dan Gagas Media yang sudah memberikan kesempatan mengulas novel ini. Sampai jumpa di lain waktu...

Sabtu, 30 Juni 2018

Review teen lite Kilove Gram by Mega Shofani "tak perlu menjadi dia untuk dianggap ada"




Judul : Kilove Gram
Penulis : Mega Shofani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2018
Tebal: 272 halaman

Blurb:

Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi gendut.

Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terang-terangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna memutuskan untuk berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, dan langsing! Ia tidak akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.

Diet dimulai dari… sekarang!
"Ketika keadaan menekan seseorang, dia dituntut berubah agar bisa keluar dari tekanan."

Tekad runa untuk berubah semakin besar. Namun keadaan seolah justru ingin menjatuhkan. Berhasilkah Runa menurunkan berat badannya dan kembali mendapatkan perhatian Raka?

Kilove Gram hadir dengan ide fresh yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Dengan balutan bahasa santai dan mengalir, penulis berhasil menghipnotis saya dari awal bab hingga akhir. Minimnya kesalahan ketik semakin membuat saya menikmati alur Kilove Gram. Endingnya pun tak kalah membuat saya gregetan, penyelesaian khas anak remaja. Sayangnya, dunia permodelan yang digeluti Aruna sedikit kurang diekplore. 

Selain mengangkat tema mengenai kisah cinta masa remaja, persahabatan, dan persaudaraan, hal yang paling utama adalah sorotan mengenai body shaming yaitu tindakan mengomentasi fisik dan penampilan seseorang. Dulu saya kerap melakukannya, namun setelah membaca novel ini saya sadar, bahwa itu bukanlah tindakan mulia.

Saya yakin banyak ‘Aruna’ lain di luar sana yang mengalami hal serupa. Mungkin kamu salah satunya. Memang tidak akan ada kata selesai jika mengikuti standar masyarakat. Kelebihan berat badan dibilang gemuk ginuk-ginuk, yang sudah kurus dibilang tidak pernah dikasih makan. Lalu bentuk tubuh seperti apa yang bisa membungkam mulut mereka?

Mengenai perundungan yang dialami Aruna di sekolah, saya salut terhadap Aruna yang tak tinggal diam ketika harga dirinya direndahkan. Bagaimana ia bisa melawan dan membuktikannya lewat prestasi gemilang. Bagaimana Aruna yang meski sempat down tetapi ia berhasil membalikkan keadaan. Ini yang seharusnya diikuti, jangan sampai jatuh ketika keadaan tak memihak. Yakinlah bahwa kamu pasti bisa dianggap ada tanpa perlu menjadi dia.

Selain Aruna, saya juga menyukai karakter Nada. Memang awalnya cukup sebal dengan kehadiran Nada. Namun setelah membaca lebih jauh, saya menyadari satu hal, meski Nada dan Runa memperebutkan hal yang sama, keduanya tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ini yang jarang terjadi karena kebanyakan orang akan saling sikut untuk mendapatkan sesuatu yang mereka mau. Dan baru kali ini saya kurang respect terhadap karakter utama cowok dalam novel. Mengapa? Everyone can change. Termasuk Diana dan Valen. Siapa mereka? Baca maka kamu akan tahu jawabannya.

Terakhir, Kilove Gram merupakan novel teenlite terbaik yang pernah saya baca. Saya tidak mengada-ada, sebagian besar reviewers pun mengatakan hal serupa. Semoga novel ini bisa menjadi motivasi serta inspirasi untuk setiap pembaca. Sukses terus untuk Kak Mega…

Sabtu, 02 Juni 2018

Review Cinta Terspasi oleh Aleeya Vina


Hay kembali lagi denganku, siapa aku? Nggak penting juga sih. Hehe
Di malam Minggu kali ini, aku akan mengulas sebuah novel karya Kak Aleeya Vina. Barangkali kamu sudah membacanya, bolehlah kita ngulik-ngulik bareng. Tapi tenang, buat kamu yang belum sempat baca, bisa disimak ulasan berikut.



Judul : Cinta Terspasi
Penulis : Aleeya Vina
Penerbit : Scritto Books Publisher
Tahun terbit : 2018
Tebal : viii + 180 halaman


 "Keluarga adalah tempat terindah juka kau mampu menyadarinya."

Rea yang tadinya menerima Syakira merasa tersingkir dan tak pantas mengandung. Suatu hari, Rea harus mendengar kenyataan pahit jika Fariz menyembunyikan sesuatu darinya tentang Syifa. Di saat perutnya kesakitan karena mengalami pendarahan, Rea tak sengaja berpapasan dengan Fariz yang tengah mengantar Syifa ke klinik bersalin. Rea semakin curiga.

Nah itu tadi blurb nya. Bagaimana, sudah punya gambaran tentang kisah Fariz dan Rea? Jika belum, aku beri sedikit gambaran tentang mereka. By the way, Syakira siapa? Syifa juga siapa ya? Mengapa kedunya hadir dalam keluarga Rea?

Pertemuan Rea dan Fariz bisa dibilang singkat. Saat itu, Rea baru saja menyelesaikan kuliahnya di jurusan Farmasi. Namun alih-alih mencari pekerjaan yang berhubungan dengan gelarnya, Rea justru memutuskan untuk mengembangkan bisnis mendiang sang Ibu, toko bunga. Di sanalah Rea dipertemukan dengan Fariz.

Tak lama, keduanya sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Kehidupan harmonis layaknya pengantin baru pun mereka nikmati. Namun itu tak berlangsung lama. Konflik perlahan muncul bersamaan dengan keputusan Fariz yang mengizinkan Syakira tinggal bersama mereka. Masa lalu Fariz yang pernah menikah sebelumnya memang telah diterima Rea. Pun dengan kehadiran Syakira. Tetapi karena keadaan yang kurang tepat serta printilan-printilan beban yang tak segera diselesaikan menjadikan bom waktu diantara keduanya.

Puncaknya ketika Fariz memberikan perhatian lebih ke Syifa, mantan istrinya. Apalagi saat itu seharusnya ada nyawa yang juga menjadi prioritas Fariz. Hingga pada akhirnya, ada hati yang tersakiti dan sebuah kehilangan yang tak bisa diprediksi. Penyesalan pun tak bisa dihindari, karena ketidakjujuran yang mengawali.

"Angkuh. seolah sulit tuk direngkuh. antara ego dan logika yang berkelit mengubur dalam pengakuan nurani."

Cinta terspasi merupakan novel yang mengangkat tema keluarga. Penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga. Bahasa yang digunakan mengalir dan enak untuk diikuti. Meski masih cukup banyak human error di sini, tetapi itu tidak mengganggu. Hanya saja, penulisan kata asing mungkin akan lebih baik jika hanya dicetak miring, tidak perlu dibold. Karena itu sedikit menggangu ketika membaca. Bicara alur, menurutku sudah rapi. Meski eksekusi konflik terkesan bertumpuk dibagian belakang. Jadi kurang nendang feelnya.

Beberapa yang aku suka dari novel ini yaitu cover simple namun eye catching. Juga bunga matahari yang menjadi ikon di cover ini. Jangan khawatir, akan ada filosofi tentang bunga matahari di dalamnya. Selain itu, daftar isi dibuat unik. Kamu harus membuktikannya sendiri.

Untuk pesan dalam cerita juga menurutku sangat bagus. Saling terbuka dalam artian jujur pada pasangan masing-masing, saling percaya, untuk sebuah keikhlasan serta penerimaan. Over all, novel ini layak untuk kamu baca. Apalagi cukup ringan untuk kamu bawa kemana-mana.

Oke, sekian ulasan mengenai Cinta Terspasi. Selamat bertemu dilain kesempatan…

Senin, 21 Mei 2018

Benaya dan Dara a novel by Inge Shafa


Marhaban Ya Ramadhan
Alhamdulillah bisa dipertemukan lagi di bulan yang suci ini, semoga kita semua bisa meningkatkan ibadah di bulan ini dan lanjut ke bulan-bulan berikutnya. Aamiin…

Hai diantara kalian para pembaca, adakah yang pernah terjebak friendzone? Kamu menyukai teman satu kelasmu mungkin? Teman satu sekolah? Atau teman sepermainan? Setuju nggak kalau friendzone itu sepaket sama cinta dalam diam, cinta bertepuk sebelah tangan, dan…patah hati? Aku sendiri sih pernah, dulu waktu SMA. Rasanya? Serba salah. Mau bilang nggak berani, nggak bilang tapi nyesek di hati. Udah nggak usah dibahas lebih lanjut. Takutnya dia baca. Hhaaha
Kali ini, aku akan mengulas sebuah novel yang mengangkat tema friendzone. Novel dengan judul ‘Benaya dan Dara’ ini karya Inge Shafa. Ada yang tahu? Atau kamu sudah baca kisah mereka? Yuk bisa nimbrung di kolom komentar bawah.

Judul : Benaya dan Dara
Penulis : Inge Shafa ( @ingeshafa )
Penerbit : PT Elex Media Komitundo
Tahun terbit : April 2017
Tebal : 314 halaman


Untuk blurb nya bisa disimak berikut ini

Benaya Alghariz itu dewanya pelajaran eksak. Matematika, Fisika, Kimia semua gampang dilibas habis sama dia! Makanya, gue suka banget waktu minta tolong Benaya bantu menyelesaikan PR-PR gue.

Sedangkan gue, Shadara, hanya perempuan biasa. Penyuka warna biru, teori-teori Sejarah, dan… Benaya. Cowok berkacamata dan sering pake jaket parasut itu benar-benar bikin gue dag-dig-dug setengah mati. Apalagi, setiap pagi dia suka kasih gue permen lollipop.

Tetapi, gue melakukan kesalahan dengan menyatakan perasaan ketika kami tengah belajar bersama. Entah kemana perginya akal sehat. Bahkan gue menyuruh Benaya untuk memutuskan hubungannya dengan Vera.

Ya nggak mungkin juga sih ‘selesai’ dengan Vera. Banyak sekali persamaan mereka. Sama-sama good looking, jago banget Fisika, juga sering ikut lomba bersama. Pupus sudah harapan.

Eh tetapi, Benaya bilang, dia bakal terima gue kalau nilai Fisika gue melonjak naik. Bisa nggak ya gue? Benaya serius nggak ya bilang itu? atau Cuma biar gue nggak ganggu-ganggu dia lagi?

Itu tadi blurbnya. Udah bisa nebak kan bagaimana karakter Benaya dan Dara? Belum? Oke aku kasih sedikit penggambaran terkait karakter Benaya dan Dara.

Benaya Alghariz, kerap disapa Ben, Bang Ben, dan Benjol. Seperti yang dijelaskan dalam blurb, Ben memang masternya Fisika. Dia bahkan beberapa kali mewakili sekolahnya untuk mengikuti olimpiade. Dan seringkali menyabet juara. Meski begitu, Ben bodoh soal perasaan, ini statement Dara. Omongan Ben juga pedes, namun pribadinya tenang, sedikit cuek, dan satu yang harus dicatat bahwa Ben punya prinsip ‘pantang pacaran sebelum bekerja’. Kita lihat apa Ben bisa tetap memegang prinsipnya saat seseorang di masa putih abu-abu perlahan mengusik hatinya.

Shadara Mahawan, cewek penyuka warna biru ini satu kelas sama Ben. Dara si penyuka Sejarah dengan berbagai teori-teori aneh yang menyertainya. Dara pribadi yang ceroboh, grusa-grusu, dan yang pasti dia sepertinya salah masuk jurusan IPA, terbukti dengan nilai menghitungnya yang hampir selalu mengikuti remedial. Menurut Ben, Dara manis. Tetapi kalau dibandingkan Vera, Dara kalah jauh.

Alvera Khadizya, cewek cantik dengan jilbab yang menutupi kepala. Vera modis, pintar, anggun, dan dari kalangan berada. Ia kerap mengikuti olimpiade bersama Benaya. Benaya dan Vera memang pasangan yang serasi, Dara bahkan mengakuinya. Selain itu, Vera memiliki ambisi kuat untuk mempertahankan apa yang seharusnya menjadi miliknya.

Revran, sosok yang muncul di pertengahan cerita. Menjadi kakak seorang Vera tak membuatnya ikut mendukung sepenuhnya apa yang adiknya lalukan. Revran ini sosok kakakable banget. Stttt… dia pernah ada masalah pribadi dengan Ben lho. Coba tebak!
Nah, sekarang aku kasih penggambaran kisah mereka. Semoga nggak spoiler ya, hehe

Pasca Dara mengungkapkan perasaannya atau bisa dibilang ‘menembak’ Benaya, dia kini justru bingung bagaimana harus bersikap. Padahal, Benaya bilang baru akan menerima Dara jika grafik nilai Fisika gadis itu naik.

Saat Dara bisa memenuhi syarat yang Ben ajukan, dia segera menagih janji Benaya. Ucapan yang waktu itu dianggap Benaya sebagai permintaan sampah justru bagi Dara dianggap serius. Pada akhirnya, Ben mengabulkan permintaan Dara dengan syarat hanya mereka berdua yang tahu.

Meningkatnya status hubungan mereka tak berdampak banyak bagi Dara. Ada Vera, mantan Benaya yang seolah mendoktrin bahwa Ben hanya miliknya. Persaingan antara Vera dan Dara dalam memperebutkan Ben memang tak kentara bagi murid lain. Tetapi sebenarnnya, ada aura permusuhan diantara keduanya. Pun Benaya, sikapnya masih sama. Masih menyebalkan dan rasa begonia terhadap perasaan seringkali menyikiti Dara.

“Kalau misalnya gue nggak bisa lepas dari Vera, apa lo yang akan lepa dari gue.” Hal. 66

Bisa dibayangkan seberapa menyebalkannya Benaya. Padahal Dara telah menjatuhkan harga dirinya dengan mengungkapkan perasaannya lebih dulu, bahkan dia terkesan seperti mengemis cinta pada Ben. Tetapi Ben memang begitu. Meski perlakuannya terhadap Dara terkadang manis, tapi di sisi lain ia seperti mendorong Dara menjauh dengan sikapnya yang masih peduli dengan Vera.

Hingga pada akhirnya, Dara mencoba melepas. Mungkin ia sadar bahwa cewek memang seharusnya ada untuk dikejar, bukan mengejar. Namun saat Dara menjauh, Ben menariknya kembali mendekat. Selalu begitu, berulang-ulang. Puncaknya, saat Benaya dihadapkan pada dua pilihan, perasaan atau masa depan. Mana yang akan Ben pilih? Apa dia bakal kembali konsisten terhadap prinsipnya untuk tidak pacaran sebelum bekerja?

“… pernah gue berfikir, mereka ini cewek. Bukan seharusnya mengharapkan, tapi diharapkan. Nggak seharusnya mereka nungguin yang nggak pasti. dan ngerasa kasihan. Seharusnya di zaman ini, mereka berlomba-lomba untuk meraih prestasi bukannya malah urus soal percintaan.” Hal. 241

Kamu tahu? Aku ikut tertampar akan kalimat Benaya itu. Aku ngerasa ada benarnya. Dan baru merasa bodoh dengan sikap sewaktu SMA dulu. Tetapi bukankan manusia bisa belajar dengan kesalahan masa lalu? Itulah yang tengah aku lakukan sekarang. Ini kenapa jadi curhat ya. haha

Novel ini merupakan salah satu wishlist ku di tahun 2017 dan baru kebeli bulan April lalu. Iya, hampir satu tahun hingga pada akhirnya bisa memeluk Mas Benjol. Kenapa aku menjadikan novel ini sebagai salah satu novel yang harus aku punya? Jawabannya karena aku jatuh cinta pada sosok Benaya. Meski dia menyebalkan, tetapi Inge berhasil menciptakan sisi lain Ben yang pantas untuk dicintai. Selain itu, novel ini juga berhasil mengubah arah pandangku terhadap suatu profesi, apa itu? tebak coba! Wekwek…

Dengan tema semainstream itu tak menjadikan novel dengan cover biru muda ini susah untuk dinikmati. Aku justru merasa setiap kisah yang ada seperti nyata. Karakter-karakter pendukung mungkin bisa kamu temui di keseharianmu saat sekolah. Seperti gerombolan Mas Anang yang suka bikin ribut di kelas dan juga Utara. Bahkan aku memiliki teman dengan karakter hampir mirip dengannya. Aku juga merasakan karakter utama yang cukup kuat. Inge berhasil menciptakan karakter Ben yang manis sekaligus menyebalkan, juga Dara. Jujur, aku greget dengan mereka berdua, Benaya yang berbelit-belit dalam menyampaikan perasaan dan Dara yang meledak-ledak sehingga sulit mengerti apa yang sebenarnya Ben maksud.

Alur yang digunakan yaitu alur campuran. Meski aku sedikit bingung dengan penyampaian Inge, tapi sejauh ini aku menikmatinya. Masih ada beberapa kesalahan ketik, tenang, nggak cukup mengganggu.

Banyak juga pesan yang ingin disampaikan Inge, mungkin salah satunya yang bisa aku berikan yaitu ‘cinta masa remaja memang perlu, tetapi prestasi harus tetap maju’. Aku salut sih sama Ben, ya you know lah, jaman sekarang tak sedikit remaja yang terlalu mengekspresikan rasa sukanya. Naksir-pdkt-tembak-jadian-putus, selalu begitu fasenya hingga tanpa sadar mantan sudah segudang. Ya, ini tergantung dari sudut mana kita memandang sih, kalau menurut kamu itu nggak merugikan ya silakan. Tapi tetap harus mengutamakan pendidikan.
Terakhir, aku mau kasih ini, “Dan biarkan takdir yang berkata, karena aku percaya saat takdir berkata, dia tak pernah berdusta.

So, sampai jumpa di review selanjutnya, meski entah kapan.
By the way, barangkali Inge baca ini, please lanjutin kisah SAMA. Aku menunggu mereka.

Sabtu, 05 Mei 2018

Review Breaking Point karya Pretty Angela

Wellcome Mei
Untuk menyambut bulan kelima kali ini, aku ingin membagikan review novel Breaking Point. Adakah yang sudah membaca? For your information, novel ini pernuh dengan motivasi. Genrenya memang young addult, but isinya benar-benar luar biasa. Kenalan dulu sama covernya yuk...




Judul : Breaking Point
Penulis : Pretty Angelia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2017
Tebal : 240 halaman

Covernya kece ya. Atau fotoku yang kece? wkwk
Nah, berikut ini aku kasih liat blurb nya. Yuk simak

Geta, 17 tahun
Gue terpaksa ikutan program paket C karena dikeluarin dari sekolah. Mungkin lo semua heran mantan ketua OSIS kayak gue bisa tersandung kasus berat. Ini masalah prinsip dan gue yakin, gue nggak bersalah. Sebenarnya gue sempat malu karena gue pikir bakal ketemu sama orang-orang gagal. Namun, setelah masuk kelas itu gue tahu, kata gagal nggak tepat diberikan untuk mereka.

Vierro, 18 tahun
Nggak ikut UN gara-gara nggak bisa ninggalin kompetisi catur di Roma. Tetangga ada yang nyeletuk, sepenting itu pertandingan gue sampai rela ikutan paket C yang isinya orang-orang payah? Seenaknya aja dia bilang payah. Gue jelasin juga percuma. Gue tahu sebenarnya mereka memang nggak suka sama gue yang punya banyak uang gara-gara catur doang.

Daniar, 17 tahun
Penyakit ini nggak akan mengambil semua dariku. Aku bakal sembuh dan kejar cita-citaku dengan sekolah setinggi-tingginya. Program paket C membantuku mewujudkan itu.

Bogel, 20 tahun'
Gue memang dulu bandar narkoba, keluar masuk penjara. Terus lo pikir gue nggak boleh punya ijazah? Enak aja lo ngomong!

Blurb nya aja udah keren, gimana kisahnya ya?




"Kesempatan kedua ada bagi mereka yang mau berjuang."

Jabatan Geta yang pernah menjadi ketua OSIS tak serta merta membuat dirinya disukai semua warga sekolah. Keberanian yang tinggi dan otak brilian mengiringi kehidupan cewek bernama lengkap Getaran Cinta Semesta. Iya, namanya memang unik, dan awalnya aku menyangka jika Geta ini seorang cowok, tapi ternyata aku salah. Maafkan.
Dua bulan menjelang UN, ia dikeluarkan dari sekolah secara sepihak akibat dituduh mengakibatkan salah seorang siswi bunuh diri. Pilihannya hanya ada dua, Geta mengakui sesuatu yang ia tidak perbuat atau dikeluarkan dari sekolah.

Geta merasa pilihan yang ia ambil sudah tepat. Hatinya memang kecewa, dan dia semakin merasa bersalah ketika kedua orang tuanya juga ikut merasakan apa yang Geta rasakan. Geta galau, tentu saja. Meski sifatnya cuek dan masa bodoh, tetapi Geta hanya remaja biasa. Dan kehadiran Rajiv sebagai sahabatnya sangat membantu Geta dalam menghadapi masalahnya.

"Kenapa gue terpuruk kayak gini? Padahal gue bukan murid yang suka bikin masalah." Hal. 32
Pada akhirnya, Geta memilih paket C untuk menyelamatkan masa depannya. Dan di kelas paket C inilah ia dipertemukan dengan sosok-sosok yang luar biasa dengan berbagai latar belakang. Ada Daniar, seorang gadis yang tetap semangat dan selalu ceria meski Kanker Ewing Sarkoma menggerogoti tulangnya. Lalu ada Bogel, mantan napi yang kekeuh mendapatkan ijazah. Dan terakhir, ada Vierro kembarannya Vierra. Wkwk nggak ding boong. Vierro ini pecatur kelas dunia. Keren kan?

Bersama-sama mereka saling memberi semangat untuk menaklukan paket C. Sementara itu, Geta masih penasaran siapa pelaku dibalik kasus yang menimpanya. Karena ada banyak kejanggalan yang ia rasakan. Di sini, pembaca diajak untuk ikut menebak si pelaku. Jadi berasa detektif.

Menjelang bab akhir, satu persatu rahasia terungkap. Dan tebakanku benar-benar meleset. Sama sekali nggak nyangka sama penyelesaian konfliknya. Keren sih menurutku. Eksekusi konflik yang pas banget.

"Breaking point itu salah satu istilah psikologi. Diartikan sebagai keadaan saat seseorang sedang jatuh sejatuh-jatuhnya. Ibaratnya kalian tenggelam di lautan terdalam di dunia."

Aku bersyukur bisa menikmati novel ini. Bagaimana Geta menyikapi keadaan yang seolah nggak berpihak padanya dan semangat masing-masing tokoh untuk menggapai mimpinya.

Novel ini menggunakan alur maju dengan setting lokasi di Bogor dan Jakarta. Di sini juga diulas bagaimana memainkan catur, jadi nggak hanya sekedar tempelan. Plotnya rapi dan aku nggak menemukan typo sama sekali. Applouse dong buat sang editor...

Untuk karakter masing-masing tokoh juga kuat, pembagiannya sesuai porsi. Aku paling suka sama karakter Geta, dia memang kuat, tegar, dan berani. Tetapi penulis tetap menunjukkan bagaimana Geta yang memang seorang remaja masih suka galau, nangis, dan butuh sandaran. Jadi menurutku, karakternya nggak "maksa".

Ide cerita yang diangkat benar-benar fresh, 'Paket C', bahkan sebelumnya aku hanya menganggap itu sambil lalu. Penulis berhasil mengeksekusi dengan baik serta dikemas secara apik dan menarik. Selain kental akan motivasi, Breaking Point juga turut menyorot praktik korupsi beberapa oknum bahkan di ranah pendidikan sekalipun. Kasus suap menyuap dan hukum yang berat sebelah. Yang nggak kalah penting yaitu bagaimana kuatnya persahabatan di sini. Kamu harus buktikan bahwa rasa nyaman nggak selamanya sudah lama saling mengenal. Di sini, kamu akan ditunjukkan bagaimana arti persahabatan yang sesungguhnya.

Pokoknya,Breaking point recomended buat kamu yang butuh bacaan young adult atau sedang merasa terpuruk. Aku yakin kamu akan merasa termotivasi setelah membaca novel ini.

Okey, see you in next post...



Jumat, 13 April 2018

Open The Door-Dinni Adhiawaty Review book




Hallo hayyy...
Perdana nulis di blog karena biasanya review lewat instagram. Aku harap ini nggak mengecewakan ya.

Oke, kalian udah pernah baca karya Kak Dinny? Apa aja? Kalau aku baru satu, itupun berkat menang GA yang diadain Kakak Peeky. Thanks to @tourianpeekybook yang telah memberiku kesempatan untuk mereview novel cantik ini. Langsung aja yuk...

Judul : The Open Door
Penulis : Dinni Adhiawaty
Penerbit : Percetakan Diandra (Diandra Kreatif)
Tahun terbit : Februari 2018
Tebal : 338 halaman
ISBN : 978-602-336-601-9

Simak blurb nya dulu ya...

Nadia merasa, setiap pintu jawatan yang ia ketuk telah tertutup rapat. Perempuan yang pernah menjadi primadona sekolah itu tidak memiliki banyak pilihan ketika tabungannya semakin menipis tanpa pekerjaan. Tuntutan hidup membuatnya terpaksa menerima tawaran pekerjaan yang ditawarkan sahabatnya. Dia tidak mengira, pintu yang ia masuki justru membawa takdirnya ke arah berbeda dari yang pernah ia bayangkan.

Kesempatan di masa depan telah terbuka. Kemunculan Revian, si playboy menyebalkan yang menjadi bosnya menambah pelik hidup. Lelaki itu diam-diam mendekati hanya demi membuatnya terluka, melampiaskan dendam masa lalu padanya.

Akankah pintu masa lalu terbuka untuk sebuah kesempatan? Sedangkan Nadia memiliki prinsip bahwa kesalahan tak selalu layak diberi kesempatan kedua.

Nah, itu dia blurb nya, selanjutnya yuk kenalan sama karakter tokoh masing-masing...

Nadia, pemeran wanita dalam kisah ini memiliki watak keras kepala tinggi tetapi diimbangi dengan pemikiran yang dewasa sehingga dalam beberapa situasi bisa menguasai diri. Perawakannya cantik, bahkan pernah menjadi model sewaktu ia duduk di bangku kuliah. Tipe anak yang sayang sama orang tua dan menghormati mereka.

Revian, sosok lelaki tempramental. Memiliki postur tubuh ideal berkat diet ketat yang ia lakukan. Masa lalu yang buruk menjadikannya bertekad besar untuk berubah. Dalam beberapa kondisi, sikap kurang tegas dan mudah terpancing emosi membuat keadaan dan konflik memuncak.

Sava, sahabat Nadia yang kesetiakawannya patut diacungi jempol. Ia yang membantu Nadia saat dalam kondisi terburuk dan peduli terhadap permasalahan yang Nadia hadapi.

Sierra, sahabat Revian yang masih belum bisa melupakan perasaannya dan mencoba untuk memiliki sesuatu yang lama hilang. Ambisinya cukup besar untuk meraih apa yang ia inginkan.

Lyana, ibu dari Revian ini memiliki sifat yang tegas, disiplin dan peduli terhadap anaknya. Bahkan ia merencanakan sesuatu agar anaknya bisa kembali meraih mimpinya.

Itu beberapa tokoh yang menurutku memiliki andil penting dalam novel The Open Door. Masih banyak pemeran lain, but kamu harus menemukan sendiri di dalam novelnya. wkwk...




Yuk, mari kita masuk ke kisah mereka...

"Karma itu ada dan kamu akan mendapatkannya, Nadia. Aku akan membuatmu merasakan seperti yang pernah kamu lakukan padaku, dulu." Hal. 20

Posisi Nadia sebagai asisten pribadi Revian membuatnya harus tahan banting dengan pribadi Revi yang susah ditebak. Apalagi semenjak Revia tahu jika Nadia adalah orang di masa lalu Revi yang berhasil menorehkan luka. Revi semakin gencar melepaskan senjata untuk membalaskan dendamnya. Bahkan Revi tak segan-segan melibatkan keluarga Nadia dan mempermainkan mereka.

Namun, rasa benci tak sepenuhnya mengisi hati Revi, masih ada setitik rasa bersalah saat melihat Nadia terluka. Sedikit demi sedikit Revi melupakan luka masa lalunya dan mencoba kembali mencintai Nadia. Sebenarnya masa lalu seperti apa sih yang terjadi di antara mereka?

"Tapi sekarang, aku sudah bisa menerima. Jalan setiap manusia memang berbeda-beda. Hanya saja, melupakan nggak semudah mengucapkan kata maaf." Hal. 158


Ketika keduanya sudah saling terbuka, Sierra muncul dengan embel-embel sahabat yang setia menemani Revi dalam kondisi terburuk. Sierra jugalah yang membuat banyak perubahan di diri Revi.  Memang yah, jarang ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan tanpa melibatkan perasaan lebih terhadap satu sama lain. Apalagi dengan kisah masa lalu yang belum selesai. itulah yang tak jarang menjadi batu sandungan dalam hubungan di masa depan.

"Pada waktu itu, Sierra adalah teman sekaligus wanita paling dekat. Wajar saja kalau kedekatan kalian menumbuhkan rasa lebih dari sahabat. Aku iri padanya. Dia memberimu memori kebahagiaan, mengubahmu semakin sehat, sementara yang kamu ingat tentang kita hanya seputar keegoisanku. Aku enggan mengakuinya, tetapi kamu mengalami banyak perubahan setelah bertemu dengannya." Hal. 314


Lalu apa yang akan terjadi dalam kisah mereka? Akankah Nadia dan Revi bisa bersatu? Atau Sierra yang akan bersanding dengan Revi. Sifat Revi pun terhadap Sierra lebih dari sekedar sahabat.

Sumpah ya, Kak Dinni berhasil menciptakan sosok Revian yang benar-benar bikin greget. Emosinya itu lho, aku sampai emosi juga. Revian itu, dikit-dikit nyebelin, marah-marah terus nggak lama kemudian dia bisa berubah jadi manis banget. perhatiannya ke Nadia itu lho, ya Ampunnn aku jadi ikut meleleh. 

Bahasa yang digunakan mengalir seperti air. Ini membuatku ingin terus membalik lembar demi lembar dan tanpa terasa aku sudah berada di akhir cerita. Over all, aku menikmati meski mungkin akan lebih baik jika perpindahan latar  dan waktu lebih diperhatikan agar pembaca juga nggak bingung.

Nah, untuk kekurangan dalam novel ini yaitu konflik masa lalu mereka yang mungkin bisa diperjelas lagi agar nyambung dengan konflik mereka saat dewasa. Lalu ada beberapa salah ketik di sini. Tetapi itu semua bisa tertutupi dengan desain cover yang kece badai, unyu gemesh keren pokoknya. Aku sukaaaaa.... 

So, untuk kamu penyuka genre romance yuk segera order The Open Door di toko buku atau bisa hubungi @diandracreative atau langsung ke Kak Dinni di @diidee83 
Weittssss ini dipeuntukkan untuk 18+ ya. Jadi untuk kalian yang masih di bawah umur, pending dulu bacanya. Oke?

Oke itu sekilas review dariku (padahal mah panjang kali lebar kali tinggi) wkwk. Maafkan jika masih banyak salah kata
Sampai jumpa di review selanjutnya...