Sabtu, 05 Mei 2018

Review Breaking Point karya Pretty Angela

Wellcome Mei
Untuk menyambut bulan kelima kali ini, aku ingin membagikan review novel Breaking Point. Adakah yang sudah membaca? For your information, novel ini pernuh dengan motivasi. Genrenya memang young addult, but isinya benar-benar luar biasa. Kenalan dulu sama covernya yuk...




Judul : Breaking Point
Penulis : Pretty Angelia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2017
Tebal : 240 halaman

Covernya kece ya. Atau fotoku yang kece? wkwk
Nah, berikut ini aku kasih liat blurb nya. Yuk simak

Geta, 17 tahun
Gue terpaksa ikutan program paket C karena dikeluarin dari sekolah. Mungkin lo semua heran mantan ketua OSIS kayak gue bisa tersandung kasus berat. Ini masalah prinsip dan gue yakin, gue nggak bersalah. Sebenarnya gue sempat malu karena gue pikir bakal ketemu sama orang-orang gagal. Namun, setelah masuk kelas itu gue tahu, kata gagal nggak tepat diberikan untuk mereka.

Vierro, 18 tahun
Nggak ikut UN gara-gara nggak bisa ninggalin kompetisi catur di Roma. Tetangga ada yang nyeletuk, sepenting itu pertandingan gue sampai rela ikutan paket C yang isinya orang-orang payah? Seenaknya aja dia bilang payah. Gue jelasin juga percuma. Gue tahu sebenarnya mereka memang nggak suka sama gue yang punya banyak uang gara-gara catur doang.

Daniar, 17 tahun
Penyakit ini nggak akan mengambil semua dariku. Aku bakal sembuh dan kejar cita-citaku dengan sekolah setinggi-tingginya. Program paket C membantuku mewujudkan itu.

Bogel, 20 tahun'
Gue memang dulu bandar narkoba, keluar masuk penjara. Terus lo pikir gue nggak boleh punya ijazah? Enak aja lo ngomong!

Blurb nya aja udah keren, gimana kisahnya ya?




"Kesempatan kedua ada bagi mereka yang mau berjuang."

Jabatan Geta yang pernah menjadi ketua OSIS tak serta merta membuat dirinya disukai semua warga sekolah. Keberanian yang tinggi dan otak brilian mengiringi kehidupan cewek bernama lengkap Getaran Cinta Semesta. Iya, namanya memang unik, dan awalnya aku menyangka jika Geta ini seorang cowok, tapi ternyata aku salah. Maafkan.
Dua bulan menjelang UN, ia dikeluarkan dari sekolah secara sepihak akibat dituduh mengakibatkan salah seorang siswi bunuh diri. Pilihannya hanya ada dua, Geta mengakui sesuatu yang ia tidak perbuat atau dikeluarkan dari sekolah.

Geta merasa pilihan yang ia ambil sudah tepat. Hatinya memang kecewa, dan dia semakin merasa bersalah ketika kedua orang tuanya juga ikut merasakan apa yang Geta rasakan. Geta galau, tentu saja. Meski sifatnya cuek dan masa bodoh, tetapi Geta hanya remaja biasa. Dan kehadiran Rajiv sebagai sahabatnya sangat membantu Geta dalam menghadapi masalahnya.

"Kenapa gue terpuruk kayak gini? Padahal gue bukan murid yang suka bikin masalah." Hal. 32
Pada akhirnya, Geta memilih paket C untuk menyelamatkan masa depannya. Dan di kelas paket C inilah ia dipertemukan dengan sosok-sosok yang luar biasa dengan berbagai latar belakang. Ada Daniar, seorang gadis yang tetap semangat dan selalu ceria meski Kanker Ewing Sarkoma menggerogoti tulangnya. Lalu ada Bogel, mantan napi yang kekeuh mendapatkan ijazah. Dan terakhir, ada Vierro kembarannya Vierra. Wkwk nggak ding boong. Vierro ini pecatur kelas dunia. Keren kan?

Bersama-sama mereka saling memberi semangat untuk menaklukan paket C. Sementara itu, Geta masih penasaran siapa pelaku dibalik kasus yang menimpanya. Karena ada banyak kejanggalan yang ia rasakan. Di sini, pembaca diajak untuk ikut menebak si pelaku. Jadi berasa detektif.

Menjelang bab akhir, satu persatu rahasia terungkap. Dan tebakanku benar-benar meleset. Sama sekali nggak nyangka sama penyelesaian konfliknya. Keren sih menurutku. Eksekusi konflik yang pas banget.

"Breaking point itu salah satu istilah psikologi. Diartikan sebagai keadaan saat seseorang sedang jatuh sejatuh-jatuhnya. Ibaratnya kalian tenggelam di lautan terdalam di dunia."

Aku bersyukur bisa menikmati novel ini. Bagaimana Geta menyikapi keadaan yang seolah nggak berpihak padanya dan semangat masing-masing tokoh untuk menggapai mimpinya.

Novel ini menggunakan alur maju dengan setting lokasi di Bogor dan Jakarta. Di sini juga diulas bagaimana memainkan catur, jadi nggak hanya sekedar tempelan. Plotnya rapi dan aku nggak menemukan typo sama sekali. Applouse dong buat sang editor...

Untuk karakter masing-masing tokoh juga kuat, pembagiannya sesuai porsi. Aku paling suka sama karakter Geta, dia memang kuat, tegar, dan berani. Tetapi penulis tetap menunjukkan bagaimana Geta yang memang seorang remaja masih suka galau, nangis, dan butuh sandaran. Jadi menurutku, karakternya nggak "maksa".

Ide cerita yang diangkat benar-benar fresh, 'Paket C', bahkan sebelumnya aku hanya menganggap itu sambil lalu. Penulis berhasil mengeksekusi dengan baik serta dikemas secara apik dan menarik. Selain kental akan motivasi, Breaking Point juga turut menyorot praktik korupsi beberapa oknum bahkan di ranah pendidikan sekalipun. Kasus suap menyuap dan hukum yang berat sebelah. Yang nggak kalah penting yaitu bagaimana kuatnya persahabatan di sini. Kamu harus buktikan bahwa rasa nyaman nggak selamanya sudah lama saling mengenal. Di sini, kamu akan ditunjukkan bagaimana arti persahabatan yang sesungguhnya.

Pokoknya,Breaking point recomended buat kamu yang butuh bacaan young adult atau sedang merasa terpuruk. Aku yakin kamu akan merasa termotivasi setelah membaca novel ini.

Okey, see you in next post...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar