Judul : Kilove Gram
Penulis : Mega Shofani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2018
Tebal: 272 halaman
Blurb:
Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi gendut.
Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun
kenyang dan tidak mempan diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak
makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka,
sahabatnya.
Tetapi sikap cuek Aruna mulai
berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA yang
sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terang-terangan memuja dan mendekati Nada
sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan
agar bisa seperti Nada?
Aruna memutuskan untuk berdiet.
Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, dan langsing! Ia tidak akan
kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian
Raka.
Diet dimulai dari… sekarang!
"Ketika keadaan menekan seseorang, dia dituntut berubah agar bisa keluar dari tekanan."
Kilove Gram hadir dengan ide
fresh yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Dengan balutan bahasa
santai dan mengalir, penulis berhasil menghipnotis saya dari awal bab hingga
akhir. Minimnya kesalahan ketik semakin membuat saya menikmati alur Kilove
Gram. Endingnya pun tak kalah membuat saya gregetan, penyelesaian khas anak remaja. Sayangnya, dunia permodelan yang digeluti Aruna sedikit kurang diekplore.
Selain mengangkat tema mengenai
kisah cinta masa remaja, persahabatan, dan persaudaraan, hal yang paling utama
adalah sorotan mengenai body shaming yaitu
tindakan mengomentasi fisik dan penampilan seseorang. Dulu saya kerap melakukannya,
namun setelah membaca novel ini saya sadar, bahwa itu bukanlah tindakan mulia.
Saya yakin banyak ‘Aruna’ lain di
luar sana yang mengalami hal serupa. Mungkin kamu salah satunya. Memang tidak akan
ada kata selesai jika mengikuti standar masyarakat. Kelebihan berat badan
dibilang gemuk ginuk-ginuk, yang
sudah kurus dibilang tidak pernah dikasih makan. Lalu bentuk tubuh seperti apa
yang bisa membungkam mulut mereka?
Mengenai perundungan yang dialami
Aruna di sekolah, saya salut terhadap Aruna yang tak tinggal diam ketika harga
dirinya direndahkan. Bagaimana ia bisa melawan dan membuktikannya lewat
prestasi gemilang. Bagaimana Aruna yang meski sempat down tetapi ia berhasil membalikkan keadaan. Ini yang seharusnya
diikuti, jangan sampai jatuh ketika keadaan tak memihak. Yakinlah bahwa kamu pasti
bisa dianggap ada tanpa perlu menjadi dia.
Selain Aruna, saya juga menyukai
karakter Nada. Memang awalnya cukup sebal dengan kehadiran Nada. Namun setelah membaca
lebih jauh, saya menyadari satu hal, meski Nada dan Runa memperebutkan hal yang
sama, keduanya tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ini yang jarang
terjadi karena kebanyakan orang akan saling sikut untuk mendapatkan sesuatu
yang mereka mau. Dan baru kali ini saya kurang respect terhadap karakter utama
cowok dalam novel. Mengapa? Everyone can
change. Termasuk Diana dan Valen. Siapa mereka? Baca maka kamu akan tahu
jawabannya.
Terakhir, Kilove Gram merupakan
novel teenlite terbaik yang pernah saya
baca. Saya tidak mengada-ada, sebagian besar reviewers pun mengatakan hal
serupa. Semoga novel ini bisa menjadi motivasi serta inspirasi untuk setiap
pembaca. Sukses terus untuk Kak Mega…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar