Sabtu, 30 Juni 2018

Review teen lite Kilove Gram by Mega Shofani "tak perlu menjadi dia untuk dianggap ada"




Judul : Kilove Gram
Penulis : Mega Shofani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2018
Tebal: 272 halaman

Blurb:

Kata orang, Aruna itu sebenarnya cantik, tapi gendut.

Iya, Aruna tahu ia gemuk. Ia pun kenyang dan tidak mempan diejek. Habisnya bagaimana? Ia paling sulit menolak makanan, apalagi yang enak. Masakan Mama, misalnya. Atau traktiran Raka, sahabatnya.

Tetapi sikap cuek Aruna mulai berubah setelah Nada, sepupunya yang cantik dan serbabisa, masuk ke SMA yang sama dengannya. Bukan itu saja, Raka terang-terangan memuja dan mendekati Nada sehingga membuat Aruna merasa tersisih dan minder. Apa yang harus ia lakukan agar bisa seperti Nada?

Aruna memutuskan untuk berdiet. Bagaimanapun caranya, ia harus langsing, langsing, dan langsing! Ia tidak akan kalah dengan cewek-cewek lain di sekolah dan akan mendapatkan kembali perhatian Raka.

Diet dimulai dari… sekarang!
"Ketika keadaan menekan seseorang, dia dituntut berubah agar bisa keluar dari tekanan."

Tekad runa untuk berubah semakin besar. Namun keadaan seolah justru ingin menjatuhkan. Berhasilkah Runa menurunkan berat badannya dan kembali mendapatkan perhatian Raka?

Kilove Gram hadir dengan ide fresh yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Dengan balutan bahasa santai dan mengalir, penulis berhasil menghipnotis saya dari awal bab hingga akhir. Minimnya kesalahan ketik semakin membuat saya menikmati alur Kilove Gram. Endingnya pun tak kalah membuat saya gregetan, penyelesaian khas anak remaja. Sayangnya, dunia permodelan yang digeluti Aruna sedikit kurang diekplore. 

Selain mengangkat tema mengenai kisah cinta masa remaja, persahabatan, dan persaudaraan, hal yang paling utama adalah sorotan mengenai body shaming yaitu tindakan mengomentasi fisik dan penampilan seseorang. Dulu saya kerap melakukannya, namun setelah membaca novel ini saya sadar, bahwa itu bukanlah tindakan mulia.

Saya yakin banyak ‘Aruna’ lain di luar sana yang mengalami hal serupa. Mungkin kamu salah satunya. Memang tidak akan ada kata selesai jika mengikuti standar masyarakat. Kelebihan berat badan dibilang gemuk ginuk-ginuk, yang sudah kurus dibilang tidak pernah dikasih makan. Lalu bentuk tubuh seperti apa yang bisa membungkam mulut mereka?

Mengenai perundungan yang dialami Aruna di sekolah, saya salut terhadap Aruna yang tak tinggal diam ketika harga dirinya direndahkan. Bagaimana ia bisa melawan dan membuktikannya lewat prestasi gemilang. Bagaimana Aruna yang meski sempat down tetapi ia berhasil membalikkan keadaan. Ini yang seharusnya diikuti, jangan sampai jatuh ketika keadaan tak memihak. Yakinlah bahwa kamu pasti bisa dianggap ada tanpa perlu menjadi dia.

Selain Aruna, saya juga menyukai karakter Nada. Memang awalnya cukup sebal dengan kehadiran Nada. Namun setelah membaca lebih jauh, saya menyadari satu hal, meski Nada dan Runa memperebutkan hal yang sama, keduanya tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Ini yang jarang terjadi karena kebanyakan orang akan saling sikut untuk mendapatkan sesuatu yang mereka mau. Dan baru kali ini saya kurang respect terhadap karakter utama cowok dalam novel. Mengapa? Everyone can change. Termasuk Diana dan Valen. Siapa mereka? Baca maka kamu akan tahu jawabannya.

Terakhir, Kilove Gram merupakan novel teenlite terbaik yang pernah saya baca. Saya tidak mengada-ada, sebagian besar reviewers pun mengatakan hal serupa. Semoga novel ini bisa menjadi motivasi serta inspirasi untuk setiap pembaca. Sukses terus untuk Kak Mega…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar